Rabu, 07 November 2012

SOSOK YANG RENDAH HATI

"Mang Ending" begitu nama yang sering ku sapakan padamu kawan.....
 
Sosok pekerja keras, rendah hati, murah senyum...
Sederhana ...apa adanya...
Sopan, lugu, jika berkata tak pernah ku dengar nada tinggi
 
Tak terasa air mata ini menetes....
Hampir sembilan tahun bergaul
Hampir setiap saat bekerjasama
Canda khas yang cukup membuatku ingin merendah seperti mu kawan....
 
Rasa kehilangan yang sangat atas kepergian mu yang tak kusangka dan tiba-tiba
Semangat mu saat kulihat dan kudengar dari sahabatmu....
 
kau katakan :
"Aku pengen banget tampil trus di foto dipanggung QCC ,
aku mah udah seneng... soalnya selama bekerja di Showa belum pernah...
sekali aja difoto pake seragam kaya temen-temen....."
 
Sulit rasanya kehilangan sahabat sesantun mu kawan...
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
Selamat Jalan Kawan......
Doa kami menyertai kepergian mu...
 
sahabatmu..
Yusuf

Minggu, 10 Juni 2012

Nasihat Bagi Para Peminta Jabatan....

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : [ إنكم ستحرصون على الإمارة وستكون ندامة يوم القيامة ] رواه البخاري

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya kalian akan berambisi merebut jabatan, dan nanti pada hari kiamat jabatan-jabatan itu akan menjadi penyesalan.” (HR. Bukhari)

Maha benar Allah dan Rasul-Nya, fenomena ini nampak jelas di hadapan kita. Masih terekam jelas di dalam ingatan kita saat Pemilu dilaksanakan beberapa saat yang lalu. Sejak pemilu dilaksanakan secara langsung nampaklah orang yang berAMBISI terhadap dunia memperebutkan suatu kedudukan yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Mereka tidak sadar akan hal tersebut, bahwa jabatan adalah sebuah amanat yang sangat berat. Tidak hanya di dalam Pemilu, saat ini banyak sekali jabatan yang diperebutkan melalui sistem pemilihan. Mulai dari bupati, walikota, rektor universitas, kepala desa atau bahkan sekedar ketua BEM sebuah fakultas.

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang memintanya, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut,

عن أبي سعيد عبد الرحمن بن سمرة رضي الله عنه قال قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : [ يا عبد الرحمن ابن سمرة لا تسأل الإمارة فإنك إن أعطيتها عن غير مسألة أعنت عليها وإن أعطيتها عن مسألة وكلت إليها ] متفق عليه

Dari Abu Sa’id ‘Abdurrahman bin Samurah, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada saya, “Hai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta jabatan karena apabila kamu diberi jabatan tanpa meminta, maka kamu akan ditolong dalam melaksanakannya dan apabila kamu diberi karena meminta maka pelaksanaan jabatan itu sepenuhnya diberikan kepadamu.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa Allah Ta’ala tidak akan menolong orang-orang yang mendapatkan jabatan karena meminta, jadi bagaimana mungkin mereka dapat menjalankan amanat tersebut, kalau Allah telah berlepas diri darinya, maka takutlah wahai para peminta jabatan!

Juga telah diriwayatkan dari Abu Dzar,

قلت : يا رسول الله ألا تستعملني ؟ فضرب بيده على منكبي ثم قال : [ يا أبا ذر إنك ضعيف وإنها أمانة وإنها يوم القيامة خزي وندامة إلا من أخذها بحقها أدى الذي عليه فيها ] رواه مسلم

Saya berkata, “Wahai Rasulullah kenapa engkau tidak memberi jabatan kepada saya?” Beliau langsung menepukkan tangannya di atas pundakku, kemudian bersabda, “Ya Abu Dzar, sesungguhnya engkau ini lemah dan jabatan itu amanah, pada hari kiamat ia akan menjadi penghinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan hak jabatan yang menjadi kewajibannya.” (HR. Muslim)

Hal lain yang membuat sesak ketika mengharap jabatan kemudian berkampanye dengan membicarakan orang lain, bukankah itu ghibah. Bagaimana mau membangun Organisasi ini jika diraih dengan cara seperti seperti ini dan sibuk sana-sini mencari kesalahan orang lain yang belum tentu dirinya pun luput dari hal tersebut,,,,, Beerhati-hatilah memilih pemimpin kawan......

Minggu, 29 Januari 2012

Berbagi Peran

Dengan Alloh menjadikan makhluknya berbeda-beda, beragam keunikan. Sunnatulloh (ketetapan Alloh) perbedaan disediakan dan cipyakan untulk kesinambungan berjalannya proses kehidupan.

Lalu bagaimana kita menyikapi perbedaan yang ada dalam mengarungi kehidupan ini?
"Alloh menjadikan manusia berbeda-beda bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, supaya manusia saling MENGENAL".
Jika kita melihat kata saling MENGENAL : maka dapat kita tarik kesimpulan sederhana yaitu JIka manusia saling mengenal, harapnya bisa saling menghargai, sehingga saling mengisi kekurangan masing-masing"

"MARI SALING MENGENAL DAN MENGHARGAI SESAMA, TAK ADA YANG SALAH DALAM KEHIDUPAN INI, KETIDAK TAHUAN KITA SEMATA YANG MEMBUAT KITA CEPAT MEMVONIS ORANG LAIN."

Berperanlah dalam posisimu kawan, hargai orang lain, ketidak tahuan orang lain adalah kekurangan kita tidak menyampaikan padanya....

salam,
YUSUF

cikarang,30 Januari 2012

Buruh

 Siapakah Buruh?

Setiap orang yang bekerja untuk majikannya, mendapatkan upah setelah bekerja.
Kewajiban buruh : Bekerja dengan baik untuk menghasilkan produk yang baik.
Majikan / Pengusaha : Memberikan upah dan memberikan kesejahteraan bagi pekerjanya sesuai peraturan pemerintah.
Resume:
Jika buruh sudah bekerja dengan baik maka sewajarnya majikan memberikan upah kepada buruhny itu.
Jika majikan muslim selayaknya menganut ajaran Rosulnya, Beliau berkata : "Berikan upah kepada pekerjamu sebelum keringatnya mengering".
Betapa Rosul sangat menghargai tetesan keringat orang yang memnatu kita mewujudkan sesuatu.
POSISI / Jabatan : adalah Pembagian peran dalam suatu pekerjaan.
Resume :
Bagi anda yang mempunyai jabatan jangan semena-mena terhadap bawahan, harus melindungi bawahannya, karena hakekatnya sama-sama buruh dan sama-sama mendapat gaji. Bahkan keringat yang dikeluarkan lebih banyak bawahannya....
Sesama buruh harus saling menghargai dan melindungi, berbuat baik sesuai peran yang dijalankannya.
"Siapa pun anda berbuat baiklah sesuai peran anda!"
Rosul menyabdakan : "Manusia yang paling baik adalah Manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya". Maka berbuat baiklah terhadap orang lain kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan apapun....

Selasa, 20 Desember 2011

NURANI PEJUANG

Saatnya.... bangkit....
Cukuplah waktu tidurmu wahai singa...singa liarku...
Ada mangsa empuk didepan kita...
... Serang...serang..demi perut tebalmu terisi...
Demi endapan keringat yang tlah membatu...

Dunia tak berujung, karna bulat...
Perjuangan jangan berujung, harus bulat...
Buktikan kepada kami....
Singaku kekar... Singaku punya cakar..
Untuk menerkam bukan untuk melambai..

Hasil penting... strategi lebih penting...
Kita tidak pintar.... tapi harus cerdas...
Sapu berguna jika lidi bersatu..
Disebutkain jika benagnya bergandeng bersulam...

Rabu, 30 November 2011

TKMPN 2011

Lokasi: Cikarang, Bekasi Makassar, Indonesia
Sudah dua hari di Makasar..
Belum ada referensi tempat2 yang bagus buat jalan2 besok
Tapi masih 3 hari lagi disini....
Besok interview, deg degan uy.... Dapet gold ga ya?


Selasa, 22 November 2011

Slamat Jalan Kawan

Slamat jalan kawan........
 
Teman Seperjuangan
     Teman Berbagi...
Pejuang tanpa lelah
     Masih bisa memikirkan orang lain




Siang hari masih bersenda gurau
Sore masih sama-sama bercanda... 
Tak ada tanda-tanda... 
Kepergian yang mendadak
Tak tergantikan.... 
Satu generasi hilang 
Satu kekuatan berkurang

Bung Rohman Garmet sapaan kami...
Ramah , supel, mudah bergaul,
Tegur sapa... Sederhana ...
Kepribadian yang mulia.... 

Kami sangat kehilangan
Mendadak dan tak pernah kami sangka

Selamat jalan... kawan
Doa kami untuk mu.....

Kamis, 17 November 2011

UMK = KHL

 
Permintaan Buruh UMK 110 Persen KHL Akan Membunuh Investasi di Bekasi
BEKASI, (PRLM).- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bekasi keberatan dengan tuntutan buruh perihal penentuan Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi tahun 2012 sedikitnya 110 persen besar Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Jika tuntutan tersebut dipaksakan untuk dipenuhi, Apindo meyakini langkah tersebut merupakan ‘pembunuhan’ investasi di Kota Bekasi.
“Investor pasti akan pergi dan mengincar daerah lain yang UMK-nya lebih rendah. Kalau investor pergi, otomatis iklim usaha terganggu, pengangguran bertambah, dan pertumbuhan ekonomi pun berjalan mundur,” kata Ketua Apindo Kota Bekasi Purnomo Narmiadi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/11).
Lebih lanjut dikatakannya, investor pergi karena biaya produksi membengkak. Belum lagi kenaikan UMK kerap dibarengi dengan melambungnya harga bahan baku. Di tengah kenaikan yang makin membebani perusahaan tersebut, jumlah barang yang diproduksi dan berhasil dijual belum tentu bertambah.
“Kenaikannya sebanding dengan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional saja. Lebih dari itu, perusahaan akan kesulitan menutupi biaya produksi,” ucapnya.

Purnomo menuding terjadi penyelundupan hukum dan kepentingan dalam proses penentuan UMK melalui serangkaian demonstrasi yang dilakukan buruh di beberapa daerah. Tudingan tersebut dilontarkannya karena merujuk pada peserta aksi yang kebanyakan sudah senior di tempat kerjanya.

“Pekerja senior tidak semestinya menuntut peningkatan UMK karena sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 1999 tentang Upah Minimum, UMK diberlakukan bagi pekerja pemula, lajang, dan menduduki jabatan terendah dalam perusahaan. Saya rasa pekerja senior vokal menuntut kenaikan UMK karena berharap gaji mereka turut naik dengan persentase yang sama,” tuturnya.
Ia pun meminta pekerja memahami posisi perusahaan. Di saat kota/kabupaten lain belum banyak yang menentukan UMK seratus persen KHL, penetapan UMK sesuai KHL Kota Bekasi sejak tahun 2011 patut diapresiasi. Namun jika tiap tahun besarnya dituntut terus meningkat, sekitar 800 perusahaan yang berdomisili di Kota Bekasi sepakat berkeberatan.
Menurut Purnomo, selama ini pun sebanyak 85 persen perusahaan yang berskala kecil kesulitan untuk memenuhi ketentuan tersebut. Hanya 15 persen yang menjalankan keputusan dengan baik karena memang usahanya sudah besar.
“Satu hal yang juga menguatkan dugaan adanya penyusupan hukum itu ialah kehadiran buruh dari perusahaan besar yang terlibat dalam demonstrasi. Padahal mereka sudah digaji layak. Jika menuntut kenaikan, semestinya mereka layangkan langsung ke perusahaan masing-masing, bukan dengan menggelar demonstrasi demikian,” katanya.(A-184/kur)*** PIkiran Rakyat

Tanggapan siempunya blog :
1. Dengan pernyataan seperti itu dapat diartikan para investor dan pengusaha berusaha memeras keringat dari warga indonesia yang harganya tidak layak untuk memenuhi (KHL) kehidupan layak ditempat ia bekerja. Kalo boleh saya saran cobalah berfikir bagaimana karyawan bisa bekerja dengan tenang, apabila untuk makan saja harus gali lubang tutup lubang. Dan jika pindah kedaerah lain pun, bahkan ke negara yang masih miskinpun Kebutuhan hidup layak untuk karyawan itu harus dipenuhi. Janganlah mencari untuk dari bisnis dengan memeras keringat buruh yang selama ini belum pernah merasakan dinginya ac, nyamanya mercy yang pengusaha tunggangi... Ingat hidup itu ada batasnya, orang sukses itu orang yang bisa mensukseskan orang lain... 

2. Jika selalu rugi kenapa masih berjalan produksi, bisnis itu arahnya adalah profitable. Tinggal bagaimana hati nurani pengusaha dalam membagi profit tersebut dengan tidak mengorbankan "robot-robot bernyawa" yang hanya menunggu masa tak berdaya ditendang pengusaha lalim yang telah memeras keringatnya.

3. Jangan menuding, buruh hanya menginginkan hasil keringatnya layak untuk hidup dan menikmati hasil kerjanya.... Kami memang tidak terlahir menjadi pengusaha, tapi kami berusaha untuk hidup sejahtera tanpa merampas hak para pengusaha yang Alloh telah menataqdirkan lebih mampu hidup layak dari pada kami.

Semoga nurani para pengusaha masih ada untuk peduli terhadap karyawannya yang merupakan aset berharga untuk kelangsungan usahanya.

Salam hangat dari kami para buruh yang masih menghargai dan menghormati para pengusaha yang baik...
Mang Ucup




UMK Bekasi 2011



Sekilas... tentang aksi UMK di kab. BEKASI...

Senyum ceria terlihat diraut wajah para buruh, yang saat itu setia menanti diluar gedung Jamsostek Bekasi. Berminggu-minggu,bahkan berbulan-bulan mengusung aksi Upah Layak untuk buruh bekasi. 'hidup buruh...hidup buruh...' teriakan ratusan orang yang mengikuti aksi malam itu. Akhirnya angkapun deal disepakati oleh para pihak yang berunding. Ya... alhamdulillah... gumam seorang karyawan garment yang saat itu bersebelahan dengan saya...

"Mas aku sebenarnya berat mendengarnya" sapa ku pada orang itu.... "Loh..kenapa?" sambil melirik dia bertanya. 'Ini yang kita perjuangkan untuk karyawan yang 0 (nol) tahun masa kerja....lah yang karyawan tetap, masih harus kita perjuangkan dan kita minta sama setiap manajemen masing-masing" itu yang membuat saya menghela nafas....

Tapi mudah-mudahan masih ada harapan tinggi yang kita perjuangkan untuk kehidupan yang layak, untuk keluarga karyawan.

Dengan dealnya angka yang cukup pantastis itu menimbulkan keresahan dan isu-isu dikalangan karyawan senior... yang banyak mengadu sama saya.... "Wah...saya kesalip nih!" salah seorang karyawan. Ada juga yang bilang sama aku..'UMK naik...Kartap lemes"......

Saya hanya terdiam, bingung dan sedih...

Mudah2an Januari nanti masih diberi kekuatan untuk memperjuangkan KHL bagi karyawan tetap yang sekian tahun mengabdi pada perusahaan ini... Juga para pengusaha diberikan hati yang jenih...dan nurani yang melihat kehidupan sesungguhnya para karyawannya... amin

Senin, 25 Juli 2011

KONTRAS

Wilujeng Enjing...
Sugeng Enjang....
 
Buat kami yang pas-pasan .... masih bertanya
SEJAK KAPAN NEGARA INI MERDEKA...???
Upeti rata2 tiap kepala hampir 3000.0000,-/thn.
beli buku aje masih ada upetinya 10%
 
 
 
MIRIS YA kontras banget...... emhhhhhh.....
masih adakah pemimpin pintar yang bijak..... Pantas saja banyak orang nekat pada bikin BOM...s
 
Mari peduli, dan berbagi,
Zakat, sodakoh lebih efektif
 
 
salam,

Jumat, 15 Juli 2011

Ramadhan....

Marhaban ya..Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang berlimpah pahala, seperti digambarkan dalam Alquran yang diturunkan sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia, di dalamnya juga terdapat malam yang memiliki nilai lebih baik dari pada seribu bulan, Lailatul Qadr (QS. Al Qadar:3). Selama Bulan Ramadhan, seluruh umat Muslimin di dunia menjalankan perintah puasa, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, atas segala rahmat yang telah diberikan-Nya pada mereka.
Dalam Surat Al-Baqarah, Allah menyatakan perihal Bulan Ramadhan sebagai berikut:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpusa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al Baqarah [2]: 185)

Menunaikan kewajiban berpuasa untuk mencapai ridha Allah adalah suatu bukti keimanan yang kuat, kesucian jiwa, keikhlashan hati, dan rasa takut kepada Allah. Puasa adalah suatu bentuk penyembahan khusus antara hamba dan Allah sebagai Tuhannya, karena hanya Allah yang mengetahui 'azam/niat seseorang, keikhlashan, kemurnian dan perhatiannya atas amalan yang halal dan yang haram, termasuk ketika seseorang menunaikan kewajiban ini. Tak seorangpun mengetahui apakah seseorang berpuasa untuk memberi kesan kepada orang-orang sekitarnya ataukah untuk maksud lain di luar tujuan suci yang utama. Orang yang berpuasa diberi imbalan sebagai amalan sesuai dengan apa yang ada dalam pandangan Allah.
Rasulullah memberi berita yang menggembirakan kepada umatnya dalam sebuah hadits: Sungguh! kebahagiaanlah bagi orang-orang yang melalui bulan (Ramadhan) ini dengan berpuasa, beribadah, dan melakukan amal kebaikan (amal sholeh)!
Allah menyampaikan kewajiban berpuasa ini dalam Alquran Surat Al Baqarah:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah [2]: 183)

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, salah satu alasan mengapa puasa diwajibkan adalah agar manusia bertakwa dan mampu menahan hawa nafsunya. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah percaya (beriman) kepada Allah dengan hati tulus, mematuhi segala perintahnya dan menjauhi godaan hawa nafsunya. Dengan demikian, moralitas seseorang akan tumbuh baik seiring dengan waktu, keimanannya semakin mendalam, dan ketakutannya pada Allah makin kokoh.
Akan tetapi, satu hal penting bahwa keimanan yang suci, do'a yang tulus, dzikir pada Allah dan keinginan untuk mengekang hawa nafsu seharusnya tidak surut dengan berakhirnya bulan puasa. Seseorang dengan keimanan yang teguh memancarkan moralitas/semangat Ramadhan bahkan setiap saat dalam hidupnya. Allah telah membuat kewajiban berpuasa hanya pada saat tertentu, dan memerintahkan manusia untuk menjauhi hal yang terlarang/salah. Manusia harus menjauhi hal-hal terlarang sepanjang hidupnya, mendengarkan suara hati nurani, berusaha mendapatkan keridhaan Allah dan kembali hanya kepada-Nya. Inilah moralitas yang disenangi oleh Allah. Melakukan hal-hal yang berlawanan dengan ibadah, doa dan dzikir pada Allah selama Bulan Ramadhan, dan menjauhi kebenaran yang tercantum dalam Alquran, sesaat setelah Bulan Suci ini berlalu, merupakan perbuatan yang dimurkai Allah. Hal ini dikarenakan pada Hari Pengadilan setiap orang akan diminta untuk menghitung seluruh amal perbuatannya, besar atau kecil, dan akan diganjar dengan ganjaran yang setimpal. Barang siapa bertakwa dan mendengarkan hati nuraninya akan selamat, dan barang siapa menolak dan membantah Allah akan mendapatkan adzab yang tiada akan pernah berakhir di neraka.